Cara Menyikapi Anak Murid Yang Ramai Ketika Jumat'an

Bolehkah Kita Melanggar Aturan Karena Orang Lain juga Melanggar? Ini pertanyaan yang susah dijawab, dan lebih susah lagi dijawab jika yang "menjawab" adalah murid kita ketika ditegur.

Setiap jum'tan, para guru di sekolah kami menyebar di sela sela murid untuk mendengarkan jum'atan sekaligus mengawasi dan setelah selesai jumatan, biaanya anak-anak yang tidak tertib atau ramai akan dihukum. Hukumannya biasanya adalah berdiri sambil dzikir/doa, sementara anak yang tidak dihukum tetap duduk. Dan tentu saja setelah itu mendapat nasihat dan catatan dari guru yang berwenang.
Salah satu kejadian yang saya ingat adalah waktu itu saya sendiri yang mengalami, pada saat saya kebagian duduk di antara murid terbandel di antara yang terbandel,ngobrol sendiri alias "usrek" selama khatib menyampaikan khutbah Jumat. Begitu selesai khutbah, akhirnya selanak tersebut langsung saya suruh berdiri, dan anak tersebut protes kenapa andia dihukum, sedang anak ramai usrek di sisi lain atau jauh dari saya tidak dihukum. Argumen saya ke murid tersebut” kamu kalau salah ya salah saja, tidak usah bawa bawa orang lain”. 
Seandainya anak seperti ini tidak hukum setelah berargumen seperti tadi, maka akan menjadi preseden buruk dan menjadi pembenaran untuk melanggar ramai ramai di masa yang akan datang. Kalau masalah anak yang belum dihukum yang lain, itu harus menjadi bahan evaluasi internal kita saja.

0 Response to "Cara Menyikapi Anak Murid Yang Ramai Ketika Jumat'an"

Post a Comment

Mohon isi komentar HANYA terkait dengan artikel yang di bahas di halaman ini. Di larang memberikan link aktif (kami akan menghapusnya dan melaporkan sebagai spam jika anda melanggar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel