Kisahnya Terlilit Hutang

Terlilit hutang dan dengan punya hutang itu berbeda kondisinya. Kalau hanya hutang, banyak orang punua hutang, saya juga punya, pengusaha besar juga punya. Tapi mereka tidak punya kesulitan hidup karena hutang hutang mereka.

Back to topic, mbak x ini, sebut saja begitu punya suami abang becak dan 2 anak di SD. Awalnya hidup mereka biasa saja. Punya motor butut untuk kemana2. Mbak x sendiri bekerja di sebuah laundry kecil.
Suatu hari mb x dan suaminya pengin punya motot baru. Akhirnya motor bututnya dijual untuk DP motor baru. Akhirnya datangnya motor matic yang diimpikannya. 2 minggu kemudian saatnya ambil STNK, ternyata harus bayar 2 juta. Takut motornya ditarik, mbak x pun mencari pinjaman untuk mengambil STNK.
Jika sebelumnya mbak x ini gajian setiap Sabtu, akhirnya mbak x mulai kasbon gajinya buat mencicil hutangnya. Karena gajinya kecil dan kebutuhannya banyak, akhirnya mbak x pinjam ke koperasi dengan bunga tinggi dan nyicilnya mingguan juga. Karena banyak kebutuhan dadakan lagi, akhirnya kembali melirik koperasi lain dan hingga kini ada 4 koperasi uang diutangi plus 1 cicilan motor. Bayangpun, seminggu ada 4 cicilan plus cicilan motor sebulan sekali.

0 Response to "Kisahnya Terlilit Hutang"

Post a Comment

Mohon isi komentar HANYA terkait dengan artikel yang di bahas di halaman ini. Di larang memberikan link aktif (kami akan menghapusnya dan melaporkan sebagai spam jika anda melanggar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel