Secuil OTT dan Korupsi Di Era Presiden Joko Widodo

Menurut dari data yang saya baca, OTT di era Presiden Jokowi pada tahun 2018 , kita bisa melihat bahwa angka OTT sangat tinggi, bahkan tertinggi sejarah KPK berdiri.
Saya bukan orang hukum, hanya suka membaca membaca berita berita saja dan membandingkannya.  Semua manusia punya asumsi, dan itu sah sah saja asal didukung oleh data penguat, misal;
A. jika yang ditangkap sedikit, maka akan ada 2 asumsi,
  1. jumlah koruptornya memang sedikit. (sukses)
  2. jumlah koruptor sebenarnya banyak, tetapi yang tertangkap sedikit (belum sukses)
B. jika yang ditangkap banyak, maka juga muncul asumsi
  1. koruptornya sudah banyak yang tertangkap, yang belum tertangkap sedikit. (sukses)
  2. koruptornya banyak yang tertangkap, tetapi yang belum tertangkap jauh lebih banyak, atau fenomena gunung es (belum sukses)
Untuk era jokowi ini, saya terpaksa berasumsi, meski sudah banyak yang ditangkap oleh KPK, tetapi sebenarnya yang belum tertangkap jauh lebih banyak lagi.  Mengapa saya bisa berasumsi demikian? Karena Jusuf Kalla dan Mendagri sendiri mengakui bahwa korupsi masih banyak, meski menolak bilang 25% seperti yang disampaikan oleh Prabowo, sah sah saja, tapi menurut JK sendiri antara 7–15% lo, dan itu juga angka yangat besar.



Dalam hal seperti ini praduga atau asumsi sah sah saja, karena kita juga tidak punya angka realnya. kan uangnya disembuyikan koruptor. karena uang yang diselamatkan KPK saja dalam 1 tahun belum ada 0,5% APBN. CMIIW 
Dan asumsi saya koruptornya banyak yang tertangkap, tetapi yang belum tertangkap sebenarnya jauh lebih banyak, atau fenomena gunung es karena majority yang tertangkap akhir akhir ini adalah dari pendukung Jokowi. Apakah ada yang kena OTT di kubu pendukung Prabowo, ya ada, namanya saja manusia, bukan malaikat, tidak ada yang tidak sempurna.

0 Response to "Secuil OTT dan Korupsi Di Era Presiden Joko Widodo"

Post a Comment

Mohon isi komentar HANYA terkait dengan artikel yang di bahas di halaman ini. Di larang memberikan link aktif (kami akan menghapusnya dan melaporkan sebagai spam jika anda melanggar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel