Aku Dan Psoriasis Arthritis

Tiga tahun lalu saya didiagnose punya penyakit psoriasis arthritis. Setelah melewati beberapa pemeriksaan hingga saya opname juga, dokter yakin bahwa saya punya penyakit tersebut. Selain dari penjelasan dokter, saya juga browsing tentang psoriasis arthritis.
Saya awalnya sedih banget ketika tahu bahwa penyakit tersebut tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dikendalikan. Saya merasa sedih banget, apalagi saya sudah "pincang" selama 6 bulanan karena telapa kaki saya yang kena, sehingga saya memakai semacam pengganjal silicon dan sepatu khusus agar bisa berjalan dengan nyaman. Waktu puncak sakitnya, memang nyerinya luar biasa di telapak dan pinggang, hingga saya habis bangun tidur pernah merangkak dulu atau berjalan sambil memegang tembok.

Tapi seiring berjalannya waktu, saya harus move on karena life must go on. Saya ikuti saran dokter dengan banyak makan fresh food, mengurangi makanan dengan pengawet dan mengurangi gluten meski belum tahap 100% free. Sekarang saya sudah jauh lebih baik, meski tidak 100% karena memang beberapa kegiatan yang saya hindari, tetapi sekarang saya sudah jarang mengkonsumsi obat pereda rasa sakit. Mungkin hanya 2–3 bulan sekali saya mengkonsumsinya, biasanya pas banyak kegiatan sehingga pola hidup saya tidak terkontrol.
Apapun yang terjadi, saya tetap bersyukur karena banyak penderita psoriasis yang kondisinya lebih berat dari saya, karena kulitnya juga mengalami semacam penumpukan-penumpukan. Saya juga mengalami, hanya terbatas saja dan mirip ketombe, sehingga saya perlu potong rambut pendek banget secara rutin. Alhamdulillah malah ngirit shampo.

0 Response to "Aku Dan Psoriasis Arthritis"

Post a Comment

Mohon isi komentar HANYA terkait dengan artikel yang di bahas di halaman ini. Di larang memberikan link aktif (kami akan menghapusnya dan melaporkan sebagai spam jika anda melanggar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel