Guru Jangan "Old Fashion"

Waktu SMP waktu guru menerangkan bahwa Turki itu di Asia barat, saya tanya kenapa kok ikut liga sepakbola Eropa. Guru saya marah-marah ke saya. Bilangnya pokoknya ikut buku.
Waktu kuliah dosen saya pernah keliru menyampaikan, 2x, tentang fungsi otak dan rektor termuda Indonesia saat itu. Yang fungsi otak beliau tidak terima, dan saya benar, hanya kurang data saja. Google rung usum jih larang kudung ning warnet dhisik. Yang rektor, saya SMS saja, dan beliau menerima ralat dari saya.

Bijaklah dalam menegur, mereka juga punya rasa. Saya juga, dan pernah ditegur murid saya, kelas 2 SD, karena salah membedakan Anthropoda. Sebagai guru yang masa kini, saya puji murid saya, saya minta maaf, dan hubungi orang tuanya sebagai apresiasi juga. Jadi, di era ini, sangat mungkin murid lebih cepat punya dan lebih banyak dapat pengetahuan dan informasi dibanding gurunya.

0 Response to "Guru Jangan "Old Fashion""

Post a Comment

Mohon isi komentar HANYA terkait dengan artikel yang di bahas di halaman ini. Di larang memberikan link aktif (kami akan menghapusnya dan melaporkan sebagai spam jika anda melanggar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel