Kawin Muda Dan Nikah Sama Tetangga

Sebagai orang desa, waktu kecil, kalau ada hajatan nikahan, saya senang banget. Karena artinya akan ada keramaian selama beberapa hari. Maklum, di desa itu sepi, begitu magrib jarang ada orang yang keluar.
Tetapi dari beberapa pernikahan yang terjadi di desa, saya beberapa dan cukup banyak jumlahnya, terjadi di usia muda atau pernikahan dini plus beberapa nikah dapat tetangga, baik tetangga RT atau beda kampung tapi masih dekat. 

Saya punya beberapa teman yang nikah sehabis lulus SD. Yup benar di usia 13–14 tahun. Sepupu saya saja kelas 3 SMP menikah , 2 bulan sebelum ujian. Lulus SMP atau SMA nikah ya biasa.
Why?
Di desa hidup itu sederhana, tidak ada target muluk muluk mau ini itu. Begitu kerja atau bisa ngolah kebun, ya nikahlah. Memang ada beberapa yang married by accident, tapi tidak semua. 

Kalau masalah nikah sama tetangga, kemungkinan karena faktor minimnya pergaulan dan mobilitas, sehingga muncul budaya "pek nggo", ngepek tonggo, menikahi tetangga.
Untungnya sekarang ini jumlah pernikahan dini semakin berkurang karena akses terhadap pendidikan semakin baik. Kalau masalah "pek nggo", namanya juga jodoh, siapa yang tau.

0 Response to "Kawin Muda Dan Nikah Sama Tetangga"

Post a Comment

Mohon isi komentar HANYA terkait dengan artikel yang di bahas di halaman ini. Di larang memberikan link aktif (kami akan menghapusnya dan melaporkan sebagai spam jika anda melanggar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel