Malaysia Dan Indonesia, Si Kembar Di Nusantara

Malaysia adalah tetangga terdekat dengan Indonesia, baik dari sisi lokasi, budaya dan etnis. Meski penduduk bumi putranya disebut Suku Melayu, tetapi orang Jawa, Madura, Minang, Batak, Bugis yang jumlahnya sangat banyak pun masuk katagori Melayu karena mereka beragama Islam dan berbicara bahasa Melayu, berdasar undang-undang perlembagaan (konstitusi) nomor 160.
Umumnya orang dari Indonesia sudah merantau ke Semenanjung Melayu sejak era ratusan tahun lalu, hingga berlanjut era Inggris dan berlanjut di era sekarang ini sebagai TKI.

Beberapa raja dan sultan di Malaysia bahkan berdarah Bugis, seperti Sultan Johor dan Selangor. Banyak tokoh terkenal dan terkemuka pun susur galurnya di Indonesia masih jelas. Bahkan salah satu negara bagian, Negeri Sembilan, masih mempunyai pengaruh Minangkabau yang sangat kuat hingga hari ini.
Negeri Sembilan, salah satu negara bagian di Malaysia yang menghadap Selat Melaka, memang penduduknya keturunan perantau Minang dan sudah turun-temurun ratusan tahun. Di jaman dahulu bahkan pemimpin di Negeri Sembilan pun dikirim dari Pagaruyung, Sumatra Barat.
Di jaman modern ini dan setelah bergabung dengan Malaysia, penduduk Negeri Sembilan tetapi didominasi keturunan Minang, termasuk monarkinya masih menggunakan cara lama untuk pemilihan kepala negeri atau sultan atau yang dipertuannya.
Bahasa sehari-hari di Negeri Sembilan pun unik, karena campuran Minang dan Melayu, sehingga kadang sulit dimengerti aksennya, yang disebut dialek Nogogi kalau tidak salah. Ibukotanya juga menjalin sister city dengan Bukittinggi, karena kemiripan lanskap alam dan demografi penduduk tempatannya.

Dengan banyaknya orang dari wilayah Indonesia sejak jaman dahulu, tidak heran jika budaya Jawa, Bugis, Minang, Madura dan lain lain pun ada dan bisa ditemukan di Malaysia. Tuduhan Malaysia hobi mencuri budaya Indonesia adalah sebuah tuduhan yang tidak berdasar mengingat sebenarnya Malaysia dan Indonesia adalah sama-sama nusantara, dan karena mereka dijajah Inggris dan kita dijajah Belanda, sehingga Malaysia dan Indonesia menempuh jalan sejarah yang berbeda.

0 Response to "Malaysia Dan Indonesia, Si Kembar Di Nusantara"

Post a Comment

Mohon isi komentar HANYA terkait dengan artikel yang di bahas di halaman ini. Di larang memberikan link aktif (kami akan menghapusnya dan melaporkan sebagai spam jika anda melanggar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel