Mana Yang Didahulukan, Puasa Syawal Atau Mengganti Puasa (Qadha) Ramadan?

•Mana yang Didahulukan, Shaum Qadha' atau Shaum Syawal?•
@umaierkhaz

Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang permasalahan ini. Setidaknya ada 2 pendapat mengenai mana yang lebih didahulukan bagi wanita dan orang-orang yang udzur tidak mampu melaksanakan puasa wajib di Bulan Ramadhan. Puasa Qadha' atau Puasa 6 Hari di Bulan Syawal?

- Pendapat Pertama (Mayoritas Ulama dari Madzhab Syafii, Maliki, Hanafi, dan salah satu riwayat dari Hanbali):
Boleh Melaksanakan Puasa Syawal terlebih dahulu dan mengakhirkan Puasa Qadha'. Karena hukum Puasa Qadha' adalah wajib muwassa', yang mana bisa dikerjakan di luar Bulan Syawal.

- Pendapat Kedua (Madzhab Hanbali):
Haram hukumnya mendahulukan Puasa Syawal sebelum menyelesaikan hutang puasanya. Karena yang wajib harus diselesaikan sebelum mengerjakan yang sunnah. Ulama dengan pendapat ini juga berdalil bahwa seseorang tidak akan mendapatkan fadhilah Puasa Syawal jika belum menyelesaikan Puasa Qadha'nya. Karena Rasulullah bersabda dalam riwayat Muslim:
من صام رمضان ثم أتبعه ستّاً من شوال كان كصيام الدهر

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian melanjutkannya dengan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal maka baginya seperti berpuasa selama setahun."

Maka seseorang yang belum selesai berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan Puasa Syawal, tidak dicatat pahalanya seperti puasa satu tahun. Demikian dalil pendapat kedua.
___________________
Pendapat yang Lebih Kuat?
Wallahu a'lam. Pendapat pertama lebih kuat karna beberapa alasan:
1. Hukum Puasa Qadha' adalah wajib muwassa' (luas waktunya) dan bisa dikerjakan di luar Bulan Syawal. Sedangkan Puasa Syawal hanya dapat dikerjakan di Bulan Syawal, dan akan hilang kesempatan untuk mengerjakannya seiring habisnya waktu Syawal.
2. Tidak ada dalil sama sekali yang menyatakan keharaman mendahulukan Puasa Syawal dari Puasa Qadha'.
3. Seseorang yang memiliki hutang di Ramadhan tidak akan kehilangan fadhilah Puasa Syawal jika mengerjakannya terlebih dahulu sebelum mengerjakan Puasa Qadha'. Fadhilahnya tetap akan didapat setelah dia selesai melaksanakan Puasa Qadha', berdasarkan firman Allah:
فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ [البقرة:185]

"Maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu."
____________________
Faidah:
Terlepas dari siapa yang lebih kuat pendapatnya, kita harus sadari bahwa ini adalah ranah ikhtilaf di kalangan ulama. Tidak ada yang salah dari keduanya. Silahkan memilih salah satu pendapat para ulama.

Yang salah adalah yang tidak mau mengerjakan Puasa Syawal karna sudah merasa cukup dengan Puasa Ramadhannya. Yang salah adalah yang mengakhir-akhirkan hutang Puasa Ramadhannya hingga Ramadhan kembali tiba pada tahun berikutnya, dan ia belum melaksanakan Puasa Qadha'nya.

Ikhtilaf dalam permasalahan Fiqih mengajarkan kepada kita untuk tidak mudah menjatuhkan, menghujat, menyerang saudara Muslim lain yang berbeda pendapat dengan kita. Keberkahan ilmu dapat dibuktikan dari sikap seorang mukmin berkasih sayang kepada saudaranya setelah menimba mulianya ilmu.

Semakin bertambah ilmu seharusnya membuat seseorang semakin bisa menunduk, bukan malah membuat ia semakin pintar menanduk.

Semoga Allah anugrahkan ilmu yang bermanfaat dan berkah kepada kita semua. Wallahu a'lam.

0 Response to "Mana Yang Didahulukan, Puasa Syawal Atau Mengganti Puasa (Qadha) Ramadan?"

Post a Comment

Mohon isi komentar HANYA terkait dengan artikel yang di bahas di halaman ini. Di larang memberikan link aktif (kami akan menghapusnya dan melaporkan sebagai spam jika anda melanggar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel