Cocokkah Trembesi Untuk Peneduh Jalan?

Alangkah sejuknya jika semua pinggir jalan besar dinaungi oleh rindangnya pohon-pohon. Memang secara umum tujuan pohon di pinggir jalan ini adalah untuk peneduh jalan. Pada jaman dahulu, Pemerintan Hindia Belanda dahulu menanam pohon asam Jawa dipinggir jalan sebagai peneduh. Hal ini sangat bagus karena pohon asam Jawa memang perakarannya dalam sehingga tidak merusak konstruksi jalan.
Pemerintah Orde Baru juga menanam pohon mahoni untuk peneduh jalan dan hal ini juga sama dengan asam jawa, perakarannnya dalam dan daunnya cukup rindah jadi bisa untuk menaungi jalan raya. Pohon mahoni ini batangnya bisa besar sekali dan kayunya kuat sehingga bisa digunakan untuk mebel juga. Hanya saja kelemahannya memang umurnya panjang sehingga harus menunggu lama untuk menjadi peneduh jalan.
Akan tetapi seringkali pohon yang ditanam bukan pohon yang tepat sehingga membahayakan pengguna jalan dan merusak struktur jalan bahkan mengangkat aspal sehingga pecah. Seperti pohon trembesi, yang sekarang ini sedang trend untuk dijadikan peneduh jalan. Memang pohon trembesi ini pertumbuhannya sangat cepat dan lebar, sehingga dalam waktu 3 tahun saja sudah bisa menaungi jalan raya di bawahnya. Sayangnya akar pohon trembesi tumbuh di permuakan, sehingga bisa merusak konstruksi jalan, hingga rumah yang didekatnya, sehingga malah bisa menimpulkan pembengkakan biaya pemeliharaan kedepannya. Belum lagi batangnya mudah patah alias getas, sehingga berbahaya jika dipanjat.
Semoga pemerintah dan berbagai perusahaan maupun developer yang menanam trembesi bisa memikirkan ulang penanaman trembesi untuk peneduh di pinggir jalan dan menggantinya dengan spesies lain yang lebih aman karena biasanya pohon peneduh dekat dengan kabel listrik PLN dan tidak merusakan konstruksi jalan.


0 Response to "Cocokkah Trembesi Untuk Peneduh Jalan?"

Post a Comment

Mohon isi komentar HANYA terkait dengan artikel yang di bahas di halaman ini. Di larang memberikan link aktif (kami akan menghapusnya dan melaporkan sebagai spam jika anda melanggar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel