Naluri Sebagai Orang Tua

Ketika saya  adalah menjadi tua dan seiring pertumbuhan anak-anak, baru saya rasakan apa itu naluri sebagai orang tua. Seorang orang tua, ketika anaknya sakit demam bahkan digigit nyamuk, orang tua lebih ikhlas jika dirinya saja yang sakit atau digigit nyamuk daripada anaknya.
Sayangnya terkadang naluri ini bisa menjadi berlebihan sehingga cenderung memanjakan anak, sehingga anak kalah tidak mandiri. Karena ingin anaknya bahagia, maka semua keinginannya dipenuhi, bahkan kalau perlu berhutang sana sini. Bahkan ada orang yang berbuat kejahatan demi anaknya.
Ada orang tua yang sangat overprotektif hingga anaknya bermain sepeda di luar area rumah saja tidak boleh. Anaknya main tanah pasir juga tidak boleh karena takut kotor kena kuman. Akibatnya sang anak tidak bisa bersosialisasi dan ringkih.
Oleh karena, kita sebagai orang tua harus mengubah cara berpikir kita. Apa yang baik menurut kita, belum tentu baik untuk anak kita di masa depan. Ingat, anak tidak hanya membutuhkan rumah dan orang tua, tapi juga membutuhkan orang lain dan lingkungan sekitar seiring pertumbuhannya menjadi dewasa.

0 Response to "Naluri Sebagai Orang Tua"

Post a Comment

Mohon isi komentar HANYA terkait dengan artikel yang di bahas di halaman ini. Di larang memberikan link aktif (kami akan menghapusnya dan melaporkan sebagai spam jika anda melanggar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel