Anak Kurang Hiburan, Kurang Dolan

 Sebagai anak kampung yang lahir dari keluarga petani kecil, hiburan adalah suatu kemewahan. Bahkan saya biasa nonton TV di rumah teman atau bulik dan hanya bisa menonton sesuai selera orang lain, bukan apa yang ingin saya tonton. Misalnya, saat itu lagi ramai membicarakan Power Ranger, dan saya tidak bisa menontonnya karena "host" nya ingin menonton acara lain.


Akhirnya ayah saya bisa membeli TV 14 inch merk panas*nic ketika saya kelas 5 SD. Senengnya minta ampun🎉🎉🎉

Tapi ketika teman teman heboh main tamiya, gimbot atau SEGA, saya hanya bisa ikut nyimak saja😉. Apalagi liburan atau piknik, jelas itu hanya impian yang terlalu jauh untuk saya. Saya ingat saya piknik pertama saat saya mau lulus SMP, ke Jekardah😂. Untungnya alam kampung saya sudah mirip lokasi outbound, tapi bedanya tanpa perlu instruktur😎

Saya juga juga kurang kasih sayang nenek dan kakek. Tapi kalau hal ini kayaknya tidak perlu saya ceritakanlah. Hanya saja pelajaraannya, saya tidak ingin anak anak saya seperti saya dulu dan alhdulillah anak anak saya mendapat kasih sayang dari kakek neneknya.

0 Response to "Anak Kurang Hiburan, Kurang Dolan"

Post a Comment

Mohon isi komentar HANYA terkait dengan artikel yang di bahas di halaman ini. Di larang memberikan link aktif (kami akan menghapusnya dan melaporkan sebagai spam jika anda melanggar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel